Hendrizon, SH. Minta Pihak APH Untuk Merespon Dugaan Korupsi di Tubuh PLN Wilayah Sumbar
Amran, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat, (Gambar diambil dari Geogle)
Mitra Rakyat.com(Sumbar)
Masih adanya praktik tindak pidana korupsi yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), membuat aparat penegak hukum, terus meningkatkan kinerjanya. Salah satunya, dengan menjadikan pemberantasan korupsi prioritas dalam penegakan hukum.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar, Amran menegaskan, agar seluruh kejaksaan negeri (Kejari) di provinsi setempat bisa lebih tegas memberantas korupsi. Hal itu disampaikan di hadapan empat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) wilayah Sumbar yang dilantik, beserta jajaran Kejati lainnya.(dilansir dari Gatra.com)
Apakah dugaan kasus penilapan kubikel di PLN Wilyah Sumbar, masuk dalam pantauan Kejati Sumbar?.
Sikap tegas yang diucapkan seorang General Maneger(GM) PT. PLN Wilayah Sumbar ,Bambang Dwiyanto saat dikonfirmasi media, terkait dugaan pelanggaran integritas yang dilakukan oknum karyawan PLN sendiri, menyematkan namanya salah satu GM yang tegas dan bijak di tubuh PLN.
Dan merupakan setitik harapan bahwa PLN, Badan Usaha Milik Negara(BUMN) siap menuju institusi yang berintegritas dan ikut serta memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya.
Kepada awak media Bambang mengatakan akan melakukan Investigasi dulu. Kami tetap menjunjung tinggi praduga tak bersalah, tapi apabila itu benar terjadi pihak PLN tidak akan mentolerin oknum tersebut. Karena telah melakukan pelanggaran integritas, katannya dengan tegas, Senin, 15 Juni 2020 beberapa hari lalu.
Berita Terkait : Bambang Dwiyanto " Kita Akan Investigasi, Tidak Ada Tolerir Bagi Pelanggar Intergritas di Tubuh PLN
Hal itu dikuatkan dengan apa yang diucapkan Afriman, Maneger Humas dari PT. PLN Wilayah Sumbar. Malam itu disalah satu Cafe kawasan Nanggalo, Afriman meminta untuk bertemu langsung dengan wartawan mitrarakyat.com, Kamis, (18/06).
Dikesempatan itu Afriman mengatakan," saya agak sedikit bingung terkait berita dugaan penilapan itu, karena inisial oknum yang disangka melakukan itu bukan dibidang nya", kata Afriman.
Yang satu di bidang pengawas K3, dan satunya lagi pengawas teknis, sementara yang melakukan pemasangan adalah vendor yang telah ditunjuk dari PLN pusat, tuturnya.
Tapi mereka memang ikut serta hadir dilapangan saat pemasangan kubikel yang dilakukan oleh Vendor, tambah Afriman.
Untuk itu saya meminta saudara bertemu hanya ingin mengetahui datanya dari mana, tanya nya kepada media.
Sambil meneguk minumnya, Firman menjelaskan bagaimana sistem pengadaan yang ada ditubuh PLN. Kami diwilayah sifatnya hanya menerima sesuai banyak yang dibutuhkan,terang nya.
Afriman tidak membantah pertanyaan media ,tidak tertutup kemungkin bisa terjadi kolaborasi dilapangan antara pengawas K3 ,pengawas teknis dan vendor, karena mereka sama-sama diuntungkan dengan penilap itu.
Akhir kata, Firman berjanji akan melakukan Investigasi terkait dugaan itu, dan meminta sedikit waktu, tutupnya.
Menanggapi hal itu seorang Lawyer kondang di kota ini angkat bicara. Hendrizon SH, mengatakan, " apapun bisa dilakukan demi mencari keuntungan, dan dugaan yang dilakukan oleh oknum tersebut termasuk korupsi uang negara", katanya.
Selanjutnya praktisi hukum yang tergabung dikantor hukum "Liberty" pimpinan Boy London ini sekaligus pemerhati media itu mengatakan," dengan istilah "simbiosis mutualisme" mereka berjalan melakukan dugaan itu, tapi menurutnya, bukan tidak mungkin ada pihak lain lagi yang ikut serta dalam dugaan kegiatan yang rugikan negara itu", tandasnya.
Jika kita telaah baik-baik, kita tahu bila pelaku korupsi kebanyakan merupakan orang-orang kalangan atas yang mempunyai jabatan di pemerintahan. Tentu saja kalangan tersebut mempunyai pendapatan lebih dari cukup bahkan hidup dalam kemewahan, sebut Hendrizon.
Dia berharap kepada Aparat Penegak Hukum "APH" untuk merespon berita yang ditanyangkan media , agar terbongkar kebenarannya. Dan menegakan keadilan di negeri ini tidak hanya isapan jempol belaka" tutup Hendrizon, SH.
Hingga berita ini diterbitkan pihak media masih menunggu hasil Investigasi dari pihak PLN, dan upaya konfirmasi pihak terkait lainnya. * roel*