Pada Kamis, 15 November 2024 lalu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Thabrani, bersama timnya melakukan kunjungan lapangan untuk memantau progres pengerjaan proyek jalan di ruas PPK 2.2 yang dikelola oleh Satker PJN II Sumatera Barat.
MR.com, Sijunjung| Menyoroti kondisi jalan nasional dibawah pengelolaan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, oleh Satker PJN Wilayah II, melalui PPK 2.2. Diduga pemeliharaan rutin jalan nasional yang dilaksanakan tidak memiliki mutu dan tidak berkualitas.
Sementara terhadap ruas jalan tersebut dilakukan perbaikan setiap tahun dengan menggunakan uang negara oleh pemerintah. Diantara kondisi ruas jalan nasional yang terindikasi tidak memiliki mutu dan tidak berkualitas, ada pada ruas jalan Sijunjung-Dharmasraya dan saat ini tengah menjadi perhatian masyarakat Sumatera Barat.
Beberapa waktu lalu, Menteri PU Dody Hanggono menyatakan Kementerian PU memastikan bahwa semua infrastruktur, baik jalan nasional maupun jalan tol dalam kondisi optimal jelang arus mudik dan arus balik lebaran.
Pernyataan Menteri PU tersebut disinyalir tidak selaras dengan kondisi jalan nasional Sijunjung-Dharmasraya dari tahun ke tahun yang diduga tidak memiliki mutu dan tidak berkualitas.
"Lubang-lubang besar dan dalam dikhawatirkan kerap menjadi penyebab kecelakaan tunggal," ujar Anggi, pemuda asal Tanjung Gadang, Kabupaten Sijujung pada Selasa(18/5/2025) di Sijunjung.
Disepanjang ruas jalan nasional ini, Anggi mengatakan, akan sangat banyak kita temui lubang-lubang berbahaya yang siap mengancam jiwa pengendara setiap saat, khususnya bagi pengendara roda dua.
Seraya menunjuk kearah badan jalan berlubang yang ada didepan rumah nya. Dia menceritakan lubang besar itu sudah pernah memakan korban.
Lubang itu sudah pernah mengakibatkan kecelakaan tunggal, menjatuhkan pengendara roda dua sepasang suami istri di akhir tahun 2024 lalu, ujar Anggi.
Baca berita : Kementerian PU Pastikan Infrastruktur Siap Dalam Menyabut Arus Mudik dan Arus Balik
Akibat dari kejadian itu, istri pengendara akhirnya mengalami pendarahan. Waktu itu istrinya sedang hamil muda, gara-gara lubang itu istrinya keguguran calon anak mereka, ketus Anggi.
Dia menuturkan, sementara untuk ruas jalan nasional ini setiap tahunnya selalu dilakukan perbaikan, seperti penambalan badan jalan yang berlubang (pecing) dan kegiatan pemeliharaan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, pengamat pembangunan infrastruktur Sumatera Barat, Ir.Indrawan angkat bicara.
Sepertinya kegiatan pemeliharaan yang dilakukan PPK 2.2, Satker PJN Wil II tidak disertai dengan laporan pengendalian mutu oleh pihak terkait, ujar Ir. Indrawan pada Kamis(20/3/2025) di Padang.
Dia menjelaskan pengendalian mutu pada proyek negara adalah suatu proses yang dilakukan untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan pada proyek tersebut memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan.
Tujuan dari pengendalian mutu tersebut untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan, ulasnya.
Indrawan menduga pada kegiatan pemeliharaan ruas jalan Sijunjung - Dharmasraya tidak ada dilakukan ataupun laporan terkait pengendalian mutu, hal ini menjadi salah satu penyebab kondisi jalan yang kurang memadai.
Kata Indrawan, pengendalian mutu sangat penting dilakukan dalam proyek pembangunan jalan untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan telah sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan.
Jadi salah satu akar persoalan dari kondisi jalan nasional yang diduga tidak bermutu dan berkualitas pihak terkait tidak melakukan pengendalian mutu, ujarnya.
"Fungsi pengendalian mutu pada proyek negara sangat penting untuk memastikan bahwa proyek tersebut dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik, tepat waktu, dan sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan,"tandas Indrawan.
Kemudian, Indrawan menyebutkan, untuk mengurangi risiko yang mungkin akan timbul selama proyek. Meningkatkan efisiensi proyek dengan mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk memperbaiki kesalahan atau kegagalan.
Selain itu meningkatkan kepuasan pengguna atau masyarakat dengan memastikan bahwa proyek dilakukan dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan, pungkasnya.
Sementara dilain pihak, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2, Rolli Ekianti saat dikonfirmasi terkait laporan pengendalian mutu pada pekerjaan preservasi jalan di tahun 2024. Dia yang saat ini telah pindah tugas ke Palu(Selteng) belum bisa memberikan tanggapan dan penjelasan.
Media masih dalam tahap mengumpulkan data-data dan upaya konfirmasi pihak terkait lain, sampai berita ini disiarkan.(cr)