Tentu banjir ini berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan proyek. Apakah pekerjaan sudah sesuai rencana..?.
"Masyarakat Timpeh, kini harus menghadapi kenyataan pahit. Apabila intensitas hujan tinggi, mereka mulai khawatir dan cemas akan kedatangan bencana banjir. Masyarakat merasa proyek pengendalian banjir yang dikerjakan senilai Rp 18,7 miliar itu sia-sia," kata Ir.Indrawan menanggapi konfirmasi media pada Jum'at sore (21/2/2025) di rumahnya di Padang.
Sebagai pengamat pembangunan, Indrawan menilai proyek pengendalian banjir yang baru saja di PHO tidak dapat mengantisipasi kecemasan masyarakat terhadap bencana banjir yang kerap terjadi dilingkungan tempat tinggal mereka.
"Sebelumnya, pasti masyarakat sangat berharap dengan adanya proyek pengendalian banjir oleh BWSS V Padang itu dapat mengatasi masalah krusial yang kerap mereka hadapi yaitu banjir," ujar Indrawan.
Ditahun 2023, proyek pengendalian banjir dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, meliputi tiga titik pembangunan, termasuk normalisasi Sungai Batang Timpeh, ungkapnya.
Alih-alih membawa ketenangan, malah masyarakat merasa proyek pengendalian banjir terkesan mubazir, hanya buang-buang uang negara, ketusnya.
Dijelaskan, Proyek normalisasi Sungai Batang Timpeh dikerjakan PT.Graha Bangun Persada sepanjang 6 kilometer dengan pemasangan beton cyclop di dua area.
Masing-masingnya sepanjang 220 meter dan 152 meter. Namun, sayang harapan tidak sesuai dengan kenyataan, ternyata proyek pengendalian banjir tidak mampu menahan luapan air sungai setelah hujan deras mengguyur semalaman, ulasnya.
Bencana banjir yang terjadi, tentunya masyarakat akan mempertanyakan efektivitas proyek pengendalian banjir yang menelan anggaran APBN hingga Rp 18,7 miliar itu. Selain itu, mereka juga berharap kepada pemerintah daerah dan pusat agar dapat segera melakukan evaluasi serta mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari, pungkasnya.
Camat Timpeh, Rizki Rulien Putra, dilansir dari media investigasi yang terbit pada Jum'at (21/2/2025) membenarkan adannya bencana banjir besar. Dia mengatakan banjir yang terjadi hari ini, merupakan banjir yang kedua dan terbesar.
"Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada Bupati melalui Zoom karena beliau masih diluar kota pasca pelantikan," kata Camat tersebut.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Dharmasraya, Edison, mencatat bahwa 17 kepala keluarga (KK) di Nagari Panyubarangan dan 208 KK di Nagari Tabek terdampak banjir ini. Warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, dan kondisi air dilaporkan sudah mulai surut pada siang hari.
Hingga berita ditayangkan media masih dalam masa mengumpulkan data-data, dan upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.(cr)