Mitra Rakyat.com(Pasbar)
Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)OP di BWSS V, Heru Rumanda mengatakan sudah menegur rekanan (CV. Putra Bungsu). Hal itu menyangkut dugaan adanya proyek "siluman" di BWSS V tahun ini. Karena ditemui pada papan nama proyek tidak ditulis nilai anggaran oleh kontraktor pelaksana.
Selain itu, pada minggu ke enam belas(16) hari Jumat, 11 September 2020, waktu media tinjau kelapangan. Tidak ada sama sekali kegiatan dilokasi proyek tersebut. Disinyalir pekerjaan tanpa ada pengawasan.
Diketahui proyek pemeliharaan berkala bendungan tongar menggunakan APBN. Wajibnya kontraktor harus menuliskan diplang proyek berapa uang negara yang dihabiskan pada pekerjaan itu.
Berita Terkait : Diduga Ada Proyek "Siluman" BWSS V Di Batang Tongar Pasbar
Sesuai amanat UU No 14 Tahun 2008 tentang, Keterbukaan Informasi Publik(KIP). Hak atas Informasi menjadi sangat penting karena makin terbuka penyelenggaraan negara untuk diawasi publik.
Saat dikonfirmasi kepada Heru Rumanda(PPK OP BWSS V) menyangkut hal itu. Heru mengatakan, kami sudah menegur kontraktor terkait tidak ditulisnya nilai anggaran pada plang proyek.
"Mereka sudah kami tegur dan menyampaikan ke kontraktornya agar segera memperbaiki . Untuk anggaran pekerjaan bisa dilihat di LPSE karena proyek melalui lelang umum. Dan pekerjaan tidak ada konsultan pengawas ", kata Heru, via whatsapp Jumat, (11/09/2020).
Selanjutnya Heru menuturkan, pekerjaannya memang bukan kegiatan fisik, hanya pemasangan elektrifikasi untuk pintu-pintu air. Karena saat ini pintu tersebut masih dibuka secara manual. Sekarang sedang menunggu pesanan mesin untuk pintu tersebut.
Permohonan penambahan daya kg sudah diajukan ke PLN dan kalau tidak salah sudah dipasang penambahan daya dari PLN, jelasnya.
Menyangkut berapa proges atau bobot pekerjaan, Heru mengatakan akan mengkonfirmasi lagi kepada kontraktornya.
Dilain pihak, Suka Damai sebagai kontraktor pelaksana mengatakan akan kembali mengganti papan nama proyek tersebut. Karena ada kesalahan saat mencetaknya, kata Suka Damai, Sabtu(12/09/2020) di Padang.
" Kesalahan terjadi saat mencetak plang tersebut. Jadi seminggu lagi akan diganti ", ucapnya.
Selanjutnya Suka Damai mengatakan akan menyurati pihak BWSS V. Ini menyangkut mesin dan alat sebagai motor penggerak pintu-pintu air bendungan.
Menurutnya pelaksanaan tidak sesuai komitmen awal. Yang mana, spesifikasi mesin awalnya hanya berkapasitas 1 kwh seperti yang ada dokumen dikontrak.
Namun setelah di uji beberapa kali, kapasitas mesin sebesar itu kurang cepat untuk menaikan pintu air bendungan. Kemudian pihak BWSS V meminta kepada rekanan untuk menaikan kapasitas mesin menjadi 1,5 kwh, tutur Suka Damai.
Rencananya kami akan komplain kepada pihak BWSS V, karena barang (mesin) sudah sesuai dengan yang ada didokumen. Mesin kapasitas 1kwh kenapa harus diganti dengan 1,5kwh, hal ini sudah lari dari spek, tegasnya.
Disinyalir rekanan dirugikan oleh pihak BWSS V, karena pelaksanaan dilaksanakan melenceng dari komitmen awal, pungkasnya.
Hingga berita diterbitkan media masih upaya konfirmasi pihak terkait lainnya. *roel*